- wacana yang memperhatikan EYD !
Karangan Argumentasi
Judul : Siap Berpacaran
Hasrat untuk
berduaan dengan orang yang istimewa yang juga menganggap kita istimewa bisa
kuat sekali bahkan disaat usia kita masih sangat muda. Sebenarnya berpacaran
adalah kegiatan apapun antar teman yang di dalamnya minat romantisme kita
terpusat pada satu orang dan minat orang itu terfokus pada kita. Entah melalui
telepon atau bertemu langsung, entah terang-terangan atau diam-diam, jika kita
dan teman lawan jenis kita saling memiliki perasaan romantis dan berkomunikasi
secara rutin itu namanya berpacaran.
2. pengertian, makna, macam-macam
diksi !
·
Pengertian
Diksi
Diksi adalah merujuk pada
pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara atau bisa juga
diartikan membicarakan pengucapan dan intonasi daripada pemilihan kata dan
gaya.
·
Macam macam hubungan makna
1. Sinonim.
Merupakan kata-kata yang memiliki persamaan / kemiripan makna. Sinonim sebagai ungkapan (bisa berupa kata, frase, atau kalimat) yang maknanya kurang lebih sama dengan makna ungkapan lain. Contoh: Kata buruk dan jelek, mati dan wafat.
2. Antonim.
Merupakan ungkapan (berupa kata, frase, atau kalimat) yang maknanya dianggap kebalikan dari makna /ungkapan lain. Contoh: Kata bagus berantonim dengan kata buruk; kata besar berantonim dengan kata kecil.
3. Polisemi.
Adalah sebagai satuan bahasa (terutama kata atau frase) yang memiliki makna lebih dari satu. Contoh: Kata kepala bermakna ; bagian tubuh dari leher ke atas, seperti terdapat pada manusia dan hewan, bagian dari suatu yang terletak di sebelah atas atau depan, seperti kepala susu, kepala meja,dan kepala kereta api, bagian dari suatu yang berbentuk bulat seperti kepala, kepala paku dan kepala jarum dan Iain-lain.
4. Hiponim.
Adalah suatu kata yang yang maknanya telah tercakup oleh kata yang lain, sebagai ungkapan (berupa kata, frase atau kalimat) yang maknanya dianggap merupakan bagian dari makna suatu ungkapan. Contoh : kata tongkol adalah hiponim terhadap kata ikan, sebab makna tongkol termasuk makna ikan.
5. Hipernim.
Merupakan suatu kata yang mencakup makna kata lain.
6. Homonim.
Merupakan kata-kata yang memiliki kesamaan ejaan dan bunyi namun berbeda arti.
7. Homofon.
Merupakan kata-kata yang memiliki bunyi sama tetapi ejaan dan artinya berbeda.
8. Homograf.
Merupakan kata-kata yang memiliki tulisan yang sama tetapi bunyi dan artinya berbeda.
1. Sinonim.
Merupakan kata-kata yang memiliki persamaan / kemiripan makna. Sinonim sebagai ungkapan (bisa berupa kata, frase, atau kalimat) yang maknanya kurang lebih sama dengan makna ungkapan lain. Contoh: Kata buruk dan jelek, mati dan wafat.
2. Antonim.
Merupakan ungkapan (berupa kata, frase, atau kalimat) yang maknanya dianggap kebalikan dari makna /ungkapan lain. Contoh: Kata bagus berantonim dengan kata buruk; kata besar berantonim dengan kata kecil.
3. Polisemi.
Adalah sebagai satuan bahasa (terutama kata atau frase) yang memiliki makna lebih dari satu. Contoh: Kata kepala bermakna ; bagian tubuh dari leher ke atas, seperti terdapat pada manusia dan hewan, bagian dari suatu yang terletak di sebelah atas atau depan, seperti kepala susu, kepala meja,dan kepala kereta api, bagian dari suatu yang berbentuk bulat seperti kepala, kepala paku dan kepala jarum dan Iain-lain.
4. Hiponim.
Adalah suatu kata yang yang maknanya telah tercakup oleh kata yang lain, sebagai ungkapan (berupa kata, frase atau kalimat) yang maknanya dianggap merupakan bagian dari makna suatu ungkapan. Contoh : kata tongkol adalah hiponim terhadap kata ikan, sebab makna tongkol termasuk makna ikan.
5. Hipernim.
Merupakan suatu kata yang mencakup makna kata lain.
6. Homonim.
Merupakan kata-kata yang memiliki kesamaan ejaan dan bunyi namun berbeda arti.
7. Homofon.
Merupakan kata-kata yang memiliki bunyi sama tetapi ejaan dan artinya berbeda.
8. Homograf.
Merupakan kata-kata yang memiliki tulisan yang sama tetapi bunyi dan artinya berbeda.
·
Makna –
makna kata
Makna
Leksikal
adalah
makna unsur-unsur bahasa(leksem) sebagai lambang benda, peristiwa, obyek, dan
lain-lain. Makna ini dimiliki unsur bahasa lepas dari penggunaan atau
konteksnya. Misalnya: kata tikus bermakna "binatang pengerat yang bisa
menyebabkan penyakit tifus". Makna ini akan jelas dalam kalimat berikut.
·
Kucing makan tikus mati.
·
Tikus itu mati diterkam kucing.
·
Panen kali ini gagal akibat serangan
tikus
·
Jika kata tikus pada ketiga kalimat
di atas bermakna langsung (konseptual), maka pada kalimat berikut
bermaknakiasan (asosiatif ).
§ Yang
menjadi tikus di kantor kami ternyata orang dalam
Makna Langsung atau konseptual atau denotatif
makna kata
atau leksem yang
didasarkan atas penunjukkan yang langsung (lugas)pada suatu hal atau onyek di
luar bahasa. Makna langsung atau makna lugas bersifat obyektif, karena langsung
menunjuk obyeknya.Contoh berikut secara konseptual bermakna sama, tetapisecara
asosiatif bernilai rasa yang berbeda.
§ wanita
= perempuan
§ gadis
= perawan
§ kumpulan
= rombongan = gerombolan
§ karyawan
= pegawai = pekerja
Berdasarkan
luas tidaknya cakupan makna yang dikandungnya, makna langsung dapat dibedakan
atas makna luas dan makna sempit.
Makna
Kiasan
Makna
kiasan atau asosiatif adalah makna kata atau leksem yang
didasarkan atas perasaan atau pikiran
yang timbul pada penyapa dan manusia yang disapa. Makna ini muncul sebagai
akibat asosiasi perasaan pemakai bahasa terhadap leksem yang dilafalkan atau
didengarnya.
Dilihat
dari nilai rasa yang terkandung di dalamnya, makna kiasan (asosiatif) dibedakan
atas makna konotatif, makna stilistik, makna afektif, makna replektif, makna kolokatif, dan makna idiomatis.
Makna Struktural
Makna
struktural adalah makna yang muncul sebagai akibat hubungan antara unsur bahasa
yang satu dengan unsur bahasa yang lain dalam satuan yang lebih besar, baik
yang berkaitan dengan unsur fatis maupun unsur musis. Unsur fatis adalah
unsur-unsur segmental yang berupa morfem, kata,
frasa, klausa, dan kalimat, sedangkan unsur musis adalah unsur-unsur bahasa
yang berkaitan dengan supra-segmental seperti irama, jeda,tekanan, dan nada
Makna Gramatikal
Makna
gramatikal adalah makna struktural yang muncul sebagai akibat hubungan antara unsur
gramatikal dalam satuan gramatikal yang lebih besar. Misalnya, hubungan morfem
dan morfem dalam kata, kata dan kata lain dalam frasa atau klausa, frasa dan
frasa dalam klausa atau kalimat.
Makna Tematis
Makna
tematis adalah makna yang muncul sebagai akibat penyapa memberi penekanan atau
fokus pembicaraan pada salah satu unsur kalimat.
No comments:
Post a Comment